Sepertinya saya semakin sering saja mengaupdate postingan blog ini. Yah, mau bagaimana lagi, sudah tuntutan tugas kok *plak*
Oke, postingan saya kali ini tentang Morphing, ya, sekarang sudah tak ada kaitannya lagi dengan postingan sebelum ini.
Efek morphing adalah efek perubahan secara perlahan-lahan suatu objek menjadi objek lain. Dua tahap proses yang umumnya terjadi di balik morphing adalah warping dan cross dissolve. Warping merupakan langkah pertama dari proses morphing.
Konsep warping sendiri adalah membentangkan (stretch) dan menyusutkan (squeeze) sebuah gambar, yang disebut gambar asal, sehingga hasilnya sama dengan gambar tujuan. Kemudia dilanjutkan dengan Cross dissolve. Yaitu memadukan warna gambar asal dengan warna gambar tujuan.
Morphing memerlukan dua gambar, yaitu gambar awal dan gambar akhir. Morphing digunakan untuk membuat gambar yang merupakan gambar perubahan setiap satuan waktu dari gambar asal ke gambar hasil. Secara sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan interpolasi linier
Morphing suatu obyek gambar adalah hasil perubahan pada setiap titiknya, sehingga proses morphing dilakukan pada titik-titik dari obyek gambar.
Morphing ini sebenarnya bentuk morphing yang mudah, karena morphing yang dilakukan adalah perubahan warna pada setiap titik dan tidak melakukan transformasi posisi. Morphing ini dinamakan dengan efek Tweening dan hanya bisa digunakan untuk 2D.
contoh sederhana morphing 2D



No comments:
Post a Comment